Empat Pilar Strategis TP HCM dalam Tăng Trưởng Xanh
Meskipun belum melakukan perluasan wilayah, TP HCM mengantongi porsi signifikan sebesar 24 persen dari total produk domestik bruto nasional. Mengingat peran vitalnya, pergeseran status kota ini dari kategori zona cokelat yang padat emisi menuju jalur kota hijau menjadi kunci utama kesuksesan agenda Tăng trưởng xanh atau pertumbuhan hijau dalam skala nasional.
Berdasarkan survei global terhadap 5.435 kota padat penduduk, TP HCM dan Hanoi sebelumnya diklasifikasikan sebagai kota cokelat karena pertumbuhan ekonominya yang pesat masih bergantung pada bahan bakar fosil sehingga memicu polusi udara yang tinggi. Melalui rencana aksi terbaru, kota ini berkomitmen memutus rantai tersebut dengan target mendongkrak perekonomian sekaligus menekan angka pencemaran lingkungan.
Read Also
Para pengamat lingkungan menilai bahwa lompatan besar ini tidak bisa dicapai hanya dengan reformasi skala kecil. "Kota-kota besar di Vietnam tidak dapat lagi mengandalkan perubahan bertahap, melainkan harus langsung melompat ke elektrifikasi penuh pada armada sepeda motor serta berinvestasi besar-besaran pada hidrogen hijau untuk sektor industri," ungkap laporan riset tersebut terkait urgensi pembenahan struktur energi.
Langkah konkret yang mulai digulirkan sejak tahun 2026 ini berfokus pada modernisasi industri ke sektor teknologi tinggi, perluasan jaringan kereta bawah tanah (metro), pembangunan infrastruktur kota ramah iklim di kawasan Thu Thiem, hingga elektrifikasi total pada pelabuhan dan koridor logistik. Transformasi masif ini diharapkan mampu menurunkan kadar Nitrogen dioksida (NO2) secara signifikan dan menetapkan standar baru bagi pembangunan perkotaan di Asia Tenggara.