Pramono Anung berdiri di Jalan Rasuna Said pada hari Minggu, membawa sebuah keputusan yang tegas. Gubernur DKI Jakarta itu tahu betul bahwa ruang kelas adalah tempat anak-anak belajar tentang dunia, dan atap yang roboh bukanlah tempat yang aman bagi masa depan mereka. Berdasarkan laporan dari dinas terkait, ia memutuskan untuk merombak rencana awal. Ada sebelas sekolah yang akan direvitalisasi pada tahun ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebelumnya, rencana itu hanya mencakup tujuh sekolah. Namun, sebuah kabar buruk datang dari Jakarta Selatan. Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh ke bumi. Menurut Pramono, insiden itu mengubah segalanya. "Nah SD Negeri 09 di Kebayoran Lama itu nomor 8. Jadi nomor 8, kemudian kemarin setelah dilaporkan oleh dinas terkait, Dinas Pendidikan dan juga Citata, maka saya memutuskan untuk ditambah 4 yang akan diselesaikan di tahun ini. Jadi ada 7 tambah 4, jadi ada 11," ujar Pramono kepada wartawan.
Sebenarnya, ada dua puluh dua sekolah yang masuk dalam daftar panjang perbaikan tahun ini. Kota ini tua dan lelah, membutuhkan banyak tangan untuk merawatnya. Tetapi anggaran dan waktu memiliki batasnya sendiri. Sisa sebelas sekolah lainnya harus bersabar. Menurut Pramono, perbaikan untuk bangunan-bangunan itu akan dimulai pada tahun anggaran berikutnya tanpa kecuali.
Persoalan lain menanti di SDN Cipete Utara 01. Proyek pembangunan itu terhalang oleh waktu yang habis dan ambisi yang berubah-ubah dari kontraktor. Mereka sempat menginginkan sebuah gedung bertingkat dua puluh dengan fungsi campuran. Sebuah gagasan yang rumit di atas tanah sekolah dasar. Menurut Pramono, keputusan telah diambil untuk memotong simpul kerumitan tersebut dan membiarkan anak-anak mendapatkan kembali hak mereka.
"Saya kemarin memutuskan, udah kita selesaikan SD-nya dulu. Untuk mixed use-nya tidak kita lanjutkan. Nanti untuk urusan apa, mixed use-nya itu urusan yang lain. Tapi yang paling penting adalah SD Negeri 01 Cipete (Utara) akan bisa segera diselesaikan," kata Pramono. Di bawah terik matahari Jakarta, keputusan itu adalah sebuah janji sederhana bahwa bangunan sekolah harus berdiri untuk anak-anak, bukan untuk yang lain.