Sosok Fiktor Harefa, seorang petugas keamanan proyek MRT Bundaran HI, mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah terlibat perselisihan sengit dengan pengemudi serta penumpang mobil mewah Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Aksi Fiktor dalam menegur kendaraan tersebut karena diduga melanggar aturan lalu lintas menuai gelombang dukungan yang luas dari masyarakat setelah rekaman videonya beredar bebas di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan pengakuan Fiktor, ia sempat mengalami tekanan mental serta intimidasi ketika menjalani proses mediasi awal di Pos Polisi Bundaran HI, di mana ia bahkan terpaksa bersujud di hadapan pihak pengemudi dan penumpang mobil mewah tersebut.
Peristiwa yang menyita empati publik ini akhirnya menarik perhatian khusus dari jajaran pimpinan daerah, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang memberikan respons tegas atas nasib sang petugas keamanan.
Menurut Pramono Anung, Fiktor tidak layak menerima sanksi apapun karena tindakan yang dilakukannya murni demi menjalankan kewajiban profesional sebagai petugas keamanan di lapangan.
"Untuk nasib satpam, saya meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali," ujar Pramono setelah meninjau rekaman kamera pengawas terkait insiden tersebut.