Jajaran Unit Reskrim Polsek Jatinegara, Jakarta Timur, bergerak cepat menyelidiki misteri penemuan jasad bayi laki-laki yang kehilangan bagian kakinya. Tubuh tak bernyawa itu ditemukan terbujur kaku di saluran air Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak. Air selokan yang keruh menyimpan duka yang pekat pada Sabtu siang.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Kanit Reskrim Polsek Jatinegara, AKP Eko Bayu, pemeriksaan awal menunjukkan kondisi fisik korban sudah tidak lagi utuh. Aparat penegak hukum menduga kuat bahwa hilangnya kaki kanan bayi malang tersebut disebabkan oleh gigitan hewan liar yang habitatnya berada di sekitar lokasi penemuan.
"Kondisi jasadnya sudah tidak utuh, dimungkinkan karena dimakan biawak. Karena jasad berada di selokan," kata Bayu saat memberikan keterangan di Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu, sebelas Juli dua ribu dua puluh enam. Bau busuk yang menyengat menjadi penanda tragis keberadaan bungkusan plastik hitam itu.
Berdasarkan prosedur yang berlaku, polisi tidak ingin tergesa-gesa mengambil kesimpulan akhir. Penyelidik Unit Reskrim Polsek Jatinegara kini memilih untuk menunggu hasil autopsi resmi dari tim medis guna memastikan penyebab mutlak kematian serta hilangnya anggota tubuh korban. Kepastian hukum menuntut pembuktian ilmiah yang akurat.
Jasad bayi malang tersebut kini telah dievakuasi dan berada di Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Di sana, tim dokter forensik bekerja di bawah lampu ruang bedah untuk mengurai tabir kematian yang mengiris hati ini. Sementara itu, perburuan terhadap pelaku pembuangan terus dilakukan melalui pemeriksaan saksi.
Menurut kesaksian warga setempat bernama Karti, jalanan di sekitar tempat kejadian perkara memang kerap menjadi persinggahan bagi para pengendara roda dua maupun roda empat untuk melepas lelah. Hal ini membuat pelacakan terhadap sosok misterius yang tega membuang darah dagingnya sendiri menjadi penuh tantangan.
"Enggak bisa dipastikan, karena di sini banyak yang berhenti. Kalau sebelum kejadian warga juga enggak mencium bau busuk, baru tahu ada bayi ya baru siang tadi," tutur Karti dengan nada getir. Keheningan jalan raya itu mendadak pecah ketika seorang warga yang hendak buang air kecil secara tidak sengaja melihat bagian tubuh mencuat dari plastik penutup.
Kini, saluran air di tepi Jalan DI Panjaitan kembali senyap, meninggalkan tanda tanya besar tentang siapa yang harus bertanggung jawab. Polisi terus mengumpulkan serpihan petunjuk, berkejaran dengan waktu untuk menyingkap tabir gelap di balik kematian bayi yang belum sempat melihat dunia dengan utuh tersebut.