Serbuan AC China di Tengah Gelombang Panas Eropa
Upaya Uni Eropa untuk memangkas rekor defisit perdagangan dengan China menghadapi tantangan berat. Cuaca panas brutal yang melanda kawasan Benua Biru justru memicu ketergantungan baru masyarakat setempat terhadap produk pendingin ruangan (AC) impor, yang mayoritas disuplai oleh produsen raksasa asal Negeri Tirai Bambu.
Berdasarkan data terkini, defisit perdagangan barang Uni Eropa dengan China melonjak 15 persen hingga mencapai USD 410 miliar. Peralatan listrik dan mesin menjadi komoditas yang paling mendominasi, di mana penetrasi pasar AC China seperti Midea Group, Haier, dan Gree kini telah menguasai sekitar 32 persen pangsa pasar di Eropa.
Read Also
Kepala Perdagangan Eropa, Maros Sefcovic, mengungkapkan kecemasannya atas ketidakseimbangan yang terus melebar ini. "Ekspor China ke UE terus meningkat, sementara pangsa pasar kami di China terus menyusut," ujarnya setelah mengadakan pertemuan intensif dengan Menteri Perdagangan China, Wang Wentao.
Pabrikan China diakui sangat jeli memanfaatkan celah regulasi ketat di Eropa melalui inovasi produk, seperti sistem split portabel yang tidak memerlukan pengeboran dinding eksterior bangunan bersejarah. Absennya merek lokal Eropa dalam industri pendingin udara global ini menjadi pekerjaan rumah besar yang sulit dipecahkan dalam waktu dekat.