Respons Negatif Publik dan Desakan Penghapusan Karya Kontroversial
Langkah klarifikasi ini diambil setelah karya musik berbahasa Sunda bertajuk "Lalaki Langit Lalanang Bejad" yang diunggah di platform YouTube dinilai mendiskreditkan kaum hawa. Om Zein berkilah bahwa lagu tersebut sebenarnya digubah untuk menceritakan pengalaman pribadinya sendiri, bukan sengaja dirancang untuk menyerang kelompok tertentu.
Lirik dalam lagu tersebut menjadi sorotan tajam lantaran memuat narasi yang dianggap melecehan fisik, siklus biologis bulanan, hingga fase kehamilan perempuan. Kritik keras salah satunya datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, yang mengecam keras tindakan seorang pejabat publik yang memproduksi konten bermuatan pelecehan.
Read Also
Melalui akun media sosial pribadinya, Om Zein menyatakan kesiapannya untuk menurunkan video tersebut dari ruang digital. "Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika lagu yang berjudul lalaki langit lalanang bejad dianggap mendeskreditkan atau merendahkan pihak lain, Om Zein tidak bermaksud untuk itu dan Om Zein akan takedown di medsos Om Zein," tulisnya.
Pernyataan tersebut justru memicu gelombang kritik baru dari warganet yang menilai sang bupati bersikap defensif karena menggunakan kata "jika dianggap". Penggunaan diksi tersebut dianggap menunjukkan kurangnya empati dan kesadaran penuh atas dampak psikologis serta sosial dari lirik yang dipublikasikan ke masyarakat luas.