Prancis sedang bersiap untuk pertempuran sengit melawan Maroko di babak perempat final Piala Dunia. Di bawah langit Philadelphia Stadium yang panas membakar pada hari Sabtu, penalti Kylian Mbappe di babak kedua sudah cukup untuk mengunci kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay. Laga itu keras, Prancis harus menunjukkan sisi lain dari permainan mereka untuk menang.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari sportbible.com, Maroko melangkah ke perempat final setelah menghancurkan salah satu tuan rumah, Kanada, dengan skor telak 3-0. Pertandingan hari Kamis nanti akan menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun, di balik persiapan besar ini, ada kemarahan yang tumbuh diam-diam di dalam ruang ganti Les Bleus.
Warren Zaire-Emery adalah salah satu dari lima pemain PSG yang dipanggil masuk ke dalam skuad Prancis. Ketika rekan-rekannya seperti Bradley Barcola, Desire Doue, dan Ousmane Dembele mendapat panggung untuk bersinar, gelandang berusia 20 tahun itu justru terasing di bangku cadangan. Dia belum merasakan rumput lapangan dalam lima pertandingan pertama.
Menurut laporan Get French Football News, Warren Zaire-Emery merasa bingung dan semakin frustrasi dengan situasi ini. Dia adalah pemuda yang kuat, yang telah bermain dalam 54 pertandingan di semua kompetisi bersama PSG musim lalu dan membantu klubnya memenangkan Liga Champions berturut-turut. Duduk diam tanpa melakukan apa-apa adalah hal yang menyakitkan bagi seorang petarung.
Bahkan pelatih PSG, Luis Enrique, pernah memuji bakatnya dengan sangat tinggi pada Februari lalu. "Warren telah berubah, dan itu karena dirinya sendiri. Dia adalah pemain yang luar biasa, dia bisa bermain di mana saja. Bagi saya sebagai pelatih, sangat indah memiliki pemain seperti dia," kata Enrique.
Kesempatan mungkin akan datang bagi Warren Zaire-Emery karena Aurelien Tchouameni sedang dibekap cedera paha. Saat melawan Paraguay, Didier Deschamps memilih untuk memasang Manu Kone dan Adrien Rabiot di lini tengah. Namun, dalam sepak bola dan kehidupan, seorang pria harus selalu siap ketika kesempatannya tiba, dan laga melawan Maroko bisa menjadi panggungnya.