Dampak Blokade Sanksi Ekonomi Terhadap Pasokan Energi Kuba
Perusahaan listrik negara Electric Union (UNE) melaporkan gangguan interkoneksi massal ini berdampak langsung pada hampir 10 juta penduduk. Protokol darurat segera diaktifkan demi memprioritaskan aliran daya ke fasilitas vital seperti rumah sakit dan pusat produksi pangan, meskipun wilayah ibu kota Havana sempat hanya mampu memenuhi satu persen dari total kebutuhan listriknya.
Krisis ini kian meruncing setelah Amerika Serikat memperketat blokade pasokan minyak dari Venezuela ke pulau tersebut. Sejak awal tahun, Washington tercatat hanya mengizinkan satu kapal tanker minyak dari Rusia yang boleh bersandar di Kuba, sebagai bagian dari kampanye sanksi politik untuk menekan pemerintahan komunis di Havana.
Read Also
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengecam keras tindakan sepihak tersebut dan menuduh AS sengaja mencekik pasokan bahan bakar demi memicu keresahan sosial di tengah masyarakat. Di sisi lain, warga mulai mengeluhkan kondisi harian yang kian menyulitkan akibat pemadaman beruntun yang durasinya bisa mencapai puluhan jam di wilayah pedesaan.
Hingga pertengahan tahun ini, pemadaman total tersebut menjadi yang kedelapan kalinya melanda Kuba sejak akhir tahun 2024. Guna menghemat sisa cadangan bahan bakar yang kian menipis, pemerintah kini terpaksa menerapkan kebijakan pembatasan konsumsi energi secara ketat secara bergilir di seluruh provinsi.