Serangan Udara Ukraina Lumpuhkan Hampir Separuh Kapasitas Kilang Minyak Rusia
Operasi udara yang diluncurkan sekitar 900 kilometer dari wilayah Ukraina ini memicu gangguan massal di kota kelahiran Presiden Vladimir Putin. Untuk meredam serangan, otoritas Rusia sempat menghentikan operasional penerbangan di Bandara Pulkovo dan memutus jaringan internet seluler guna mengacaukan sistem navigasi drone, meskipun sistem pertahanan udara diklaim berhasil menembak jatuh 72 drone di wilayah Leningrad.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa pasukannya sengaja membidik infrastruktur minyak yang menjadi penyokong dana perang Rusia, termasuk Pangkalan Angkatan Laut Kronstadt di St Petersburg. Berdasarkan data Staf Umum Ukraina, serangan terukur selama sebulan terakhir telah melumpuhkan 42,74 persen kapasitas kilang minyak Rusia dan menghancurkan lebih dari 60 tangki penyimpanan dengan kerugian industri mencapai 13,5 miliar dolar AS.
Read Also
Dampak dari kampanye serangan ini mulai memicu kelangkaan bahan bakar domestik yang memaksa Moskow memperpanjang larangan ekspor bensin ke luar negeri. Kendati Presiden Vladimir Putin mengakui adanya kendala pasokan BBM di dalam negeri, ia mengeklaim situasi tersebut 'belum kritis' dan menegaskan bahwa fasilitas yang rusak sedang diperbaiki dengan cepat oleh pemerintah.
Sebagai balasan, Rusia melancarkan serangan drone yang menghantam fasilitas produksi gas milik perusahaan negara Naftogaz di wilayah Poltava, Ukraina Tengah, hingga memicu kebakaran hebat. Langkah Moskow yang sistematis membidik sektor hulu gas ini dinilai sebagai upaya sengaja untuk memangkas produksi domestik Ukraina dan mempersulit persiapan logistik menghadapi musim dingin mendatang.