Gempuran Rusia Sasar Permukiman Sipil dan Respons Balasan Militer Ukraina
Gelombang serangan udara baru dari militer Rusia kembali menghantam wilayah Ukraina dan merenggut korban jiwa. Di wilayah perbatasan Sumy, sebuah drone Kremlin menghantam gedung apartemen warga dan menewaskan dua wanita, seorang lansia, serta seorang balita. Sementara itu, serangan rudal terpisah juga menyasar kota industri Kryvyi Rih yang menyebabkan satu warga tewas serta menghancurkan fasilitas publik seperti sekolah dan toko.
Rentetan serangan ini terjadi tepat saat ibu kota Kyiv sedang menjalani hari berkabung nasional menyusul tragedi sehari sebelumnya yang menewaskan sedikitnya 30 orang. Pihak berwenang Ukraina melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan 476 dari 496 drone serta 48 dari 74 rudal yang ditembakkan Rusia, termasuk beberapa jenis proyektil balistik yang sangat sulit untuk dicegat.
Read Also
Merespons eskalasi yang kian memanas ini, Uni Eropa melalui kepala diplomatnya, Kaja Kallas, berencana mengajukan paket sanksi ekonomi baru yang lebih ketat terhadap Moskow. Di sisi lain, Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa pasukannya tidak akan tinggal diam dan memastikan akan ada aksi balasan yang setimpal atas serangan masif yang menurutnya telah dipersiapkan Vladimir Putin sejak lama.
Tidak tinggal diam, militer Ukraina juga melancarkan serangan balasan menggunakan 155 drone ke wilayah perbatasan Rusia dan area pendudukan, yang dilaporkan menewaskan sepuluh orang serta membakar fasilitas industri di Belgorod dan Smolensk. Di saat yang sama, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa pasukannya berhasil merebut kendali penuh atas desa Oleksandrivka yang berada di wilayah Dnipropetrovsk.