Kelangkaan BBM dan Desakan Mobilisasi Militer Mulai Menghantui Warga Rusia
Di tengah kota Moskow, warga mulai merasakan dampak langsung dari serangan drone Ukraina yang menyasar berbagai kilang minyak dan depot bahan bakar. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas kini menjadi masalah harian, memaksa pemerintah melonggarkan standar mutu bensin secara temporer yang justru dikeluhkan merusak mesin kendaraan masyarakat.
Para pengamat militer dan blogger pro-Kremlin di Telegram bahkan mulai terang-terangan menyuarakan pesimisme dan mendesak adanya mobilisasi militer skala besar karena dinamika pertempuran yang tidak menguntungkan. Pasukan Ukraina dinilai cerdik memanfaatkan serangan drone jarak jauh dengan solusi teknologi mutakhir yang belum bisa diimbangi oleh militer Rusia.
Read Also
Analis militer dari Bremen University, Nikolay Mitrokhin, menyebut Rusia melakukan salah kalkulasi besar dengan terlalu fokus pada rudal Iskander dan drone Shahed tiruan tanpa memperkuat sistem pertahanan udara domestik seperti Pantsir. Akibatnya, wilayah belakang Rusia menjadi sasaran empuk yang gagal dilindungi oleh sistem radar era Perang Dingin.
Tekanan ekonomi akibat sanksi Barat juga mempersulit Rusia untuk mempercepat produksi senjata baru demi mengejar ketertinggalan teknologi. Beberapa pakar menilai taktik serangan rudal masif Rusia ke wilayah sipil belakangan ini justru mencerminkan kelemahan organisasi, intelektual, dan teknologi mereka di hadapan strategi Ukraina yang lebih fleksibel.