Ketegangan Baru Houthi dan Arab Saudi Dipicu Pesawat Sipil Iran
Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran melontarkan ancaman serius kepada Arab Saudi. Pihak Houthi mengklaim telah mencegat jet tempur Arab Saudi yang dituduh mencoba menghalangi pesawat sipil Iran mendarat di Bandara Internasional Sanaa. Insiden pengusiran ini memicu kemarahan besar dari kubu Houthi yang langsung menyiarkan peringatan terbuka melalui juru bicara militer mereka.
Juru bicara Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa tindakan provokatif tersebut terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 05.20 waktu setempat. Menurutnya, pesawat sipil Iran yang diadang tersebut tengah mengangkut lebih dari 200 warga Yaman yang terluka dan sakit untuk kembali ke Sanaa. Saree memperingatkan bahwa setiap upaya pelanggaran ruang udara di masa depan akan langsung direspons dengan serangan menyeluruh yang menargetkan bandara serta objek vital Arab Saudi di darat maupun laut.
Read Also
Media lokal yang dikelola Houthi melaporkan bahwa pesawat sipil asal Iran itu pada akhirnya berhasil mendarat dengan selamat. Pesawat tersebut kemudian langsung terbang kembali menuju Teheran dengan membawa delegasi resmi Houthi untuk menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Suasana duka pasca-tewasnya Khamenei akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel ini diduga ikut memperkeruh sensitivitas militer di wilayah koridor udara Teluk.
Ancaman pembalasan dari Houthi ini berisiko merusak stabilitas gencatan senjata yang relatif terjaga sejak dimediasi oleh PBB pada tahun 2022 lalu. Hubungan kedua belah pihak sebenarnya sempat membaik setelah pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi sukses menggelar pertukaran tahanan besar-besaran dengan Houthi pada Mei lalu. Kini, kelompok pemberontak yang masih menguasai ibu kota Sanaa itu menyatakan pasukan mereka sudah siaga penuh dengan 'jari di atas pelatuk' untuk menghadapi konfrontasi lanjutan.