Rencana Ambisius Sayap Kanan Israel di Gaza Utara
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich mengisyaratkan keseriusan mereka untuk mendirikan permukiman baru bagi warga Yahudi. Langkah ini mencuat setelah hampir tiga tahun perang yang menewaskan puluhan ribu warga Palestina di wilayah kantong tersebut. Smotrich bahkan menegaskan bahwa kementeriannya telah merancang cetak biru untuk tiga permukiman di Gaza utara.
Rencana ini memicu kecaman keras dari komunitas internasional karena pembangunan permukiman di wilayah pendudukan statusnya ilegal menurut hukum internasional. Untuk memuluskan ambisi tersebut, militer Israel dilaporkan telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza utara, meratakan rumah warga, dan meluncurkan kampanye yang oleh para pakar hukum internasional disebut sebagai pembersihan etnis terselubung.
Read Also
"Pertanyaannya adalah apakah Anda lebih suka bertindak atau hanya berbicara," ujar Netanyahu dalam sebuah wawancara televisi ketika didesak mengenai kepastian proyek tersebut. Pengamat politik menilai sikap ambigu Netanyahu merupakan upaya untuk menjaga stabilitas koalisi pemerintahannya sekaligus menarik simpati dari kelompok pemilih sayap kanan menjelang pemilu Israel mendatang.
Kendati mendapatkan lampu hijau di tingkat domestik, rencana pembangunan permukiman ini diprediksi akan menghadapi hambatan diplomatik yang besar. Sejumlah analis Eropa memperingatkan bahwa langkah ekstrem ini bisa menjadi titik balik yang memaksa negara-negara Barat untuk menjatuhkan sanksi ekonomi yang lebih tegas, meskipun selama ini sekutu utama seperti Amerika Serikat cenderung pasif.